N - Yume

N - Yume

Minggu, 16 Agustus 2015

Novelisasi Boruto The Movie

Karya : Masashi Kishimoto

Prolog

Dulu, pernah terjadi sebuah peperangan.

Ootsutsuki Kaguya, yang telah memberikan manusia chakra pada zaman Mitologi, telah bereinkarnasi dan menjadi musuh bagi seluruh shinobi.

Pertempuran yang bertempat di kala itu jauh, jauh lebih berat dan sengit dari yang ninja m anapun dapat deskripsikan dengan kata-kata.

Dan di tengah pertempuran itu, muncullah dua pahlawan.

Yang satu merupakan seorang pria yang menjadi pahlawan saat Konohagakure terancam hancur. Uzumaki Naruto.

Dan yang lainnya adalah seorang pria keturunan Klan Uchiha yang terkenal dari Konohagakure yang mengasingkan dirinya, dan menapaki jalan yang gelap karena perubahan takdir yang tak diinginkan. Uchiha Sasuke.

Pertempuran mereka menjamin kemenangan untuk setiap shinobi.

Dahulu kala, shinobi merupakan keturunan dari satu leluhur, namun mereka terpecah belah, dan bertempur satu sama lain.

Dalam kemenangan melawan Kaguya itu, kemungkinan besar orang-orang menyebut bahwa shinobi telah mencapai persatuan pertama mereka.


Akan tetapi, cerita itu tak berakhir sampai disana.

Pertarungan shinobi belum berakhir.

*

Tempat itu sangat gelap…seolah semuanya  diselimuti tinta.

Pria itu berlari menembus kegelapan tanpa sedikitpun keraguan.

Matanya bukanlah mata manusia biasa.

Matanya memiliki pola yang kompleks, bukti bahwa dia memiliki garis keturunan tertentu, yang menguasai sebuah doujutsu.

Selain itu, bagi pria ini, hal seperti kegelapan tak akan mampu menakutinya.

Nama pria ini adalah Uchiha Sasuke.

Dia merupakan seorang shinobi yang ototnya bagai kawat baja yang ditempa dari baja terbaik, begitu pula sifatnya.

Namun, itu bukanlah otot yang tak berguna. Otot-ototnya layaknya otot macan tutul ataupun singa, dengan sedikit kelembutan dari lemak yang tersisa.

Jadi ini istana Ootsuki Kaguya, huh…

Di masa lalu, Sasuke dan rekan-rekannya telah mengalahkan Kaguya. Itu karena Kaguya telah berencana untuk mengorbankan seluruh shinobi, dan menyerap chakranya. Jelas bahwa mereka tak akan menunjukkan sedikitpun rasa iba pada klan sejenis itu.

Namun, ada sebuah fakta bahwa terdapat sebuah misteri besar yang tersimpan setelah kekalahanya.

Darimana Klan Ootsuki muncul?

Apa yang mereka rencanakan dengan shinobi dibuat secara artifisial, zetsu putih?

Apa makna dibalik memetik buah chakra?

Dan itu semua melebur menjadi sebuah pertanyaan fundamental: apa itu shinobi?

Hal itu sangat disayangkan, namun pertemuan yang tak disangka antara Naruto dan Rikudou Sennin merupakan hal yang hanya terjadi sekali seumur hidup, dan informasi yang mereka dapatkan dari satu-satunya anggota Klan Ootsuki yang tersisa yang kini tinggal di bulan sangatlah sedikit.

Itulah mengapa Sasuke menghabiskan sepuluh tahun belakangan yang aneh ini untuk menginvestigasi misteri itu.

Karena shinobi merupakan makhluk yang diciptakan untuk mengumpulkan informasi. Mengakhiri suatu masalah saat detailnya masih tak diketahui merupakan hal yang tak bisa diterima.

Dan kini, Sasuke akhirnya telah menapakkan kakinya di reruntuhan historis yang tampaknya merupakan istana Ootsuki.


…Tidak ada satupun jejak kehidupan sejak sekian lama. Tampaknya lebih baik menganggap tempat ini sebagai tempat yang sudah lama ditinggalkan.

Dia mengira-ngira sudah berapa jauh mereka bergerak.

Sasuke menemukan sebuah gulungan di dalam kegelapan.

Gulungan itu tak terjulur. Diantara gulungan lapuk yang tak terhitung jumlahnya, gulungan itu satu-satunya yang utuh. Seseorang tanpa kemampuan observasi yang langka seperti Sasuke tidak akan pernah menemukannya.

Sasuke dengan hati-hati mengambil gulungan itu, dan sambil memastikan bagian luarnya tak terkikis, ia mengikatkan benda itu di ikatan pinggangnya.

Sebuah dokumen yang dibuat sehingga dia dapat bertahan dari waktu ke waktu pastilah merupakan sebuah potongan rahasia sebuah kejadian.

Di luar jendela, petir muncul menyayat setiap lapis kegelapan.

Dan, secara simultan, sebuah serangan berupa sayatan menuju kearahnya.

Seorang musuh, huh.

Inilah yang diproses pikiran Sasuke sambil menghindari serangan itu:

Serangan ini tak mungkin berasal dari sekelompok pasukan tentara yang ramah yang sedang mengatur strategi. Serangan itu tak mungkin berasal dari penduduk biasa.

Maka artinya sang penyerang adalah musuh.

Siapa musuh itu, atau mengapa mereka mencoba untuk membunuhnya, analisis seperti itu lebih baik dilakukan saat keadaan sudah lebih tenang.

Pedang yang melayang ke arahnya tampak haus akan darah, namun ia berhasil menghindarinya dan masih hidup.

Untuk saat ini, hal itu sudah lebih dari cukup.

Chidori!

Sasuke mengumpulkan chakranya, mengakumulasinya di tangan kanannya.

Elemen petirnya membentuk plasma di tangannya, menghantam ion-ion di udara. Suara ‘chi-chi-chi’ yang muncul terasa hampir sama dengan suara yang dikeluarkan burung gagak.

Serangan kedua pria itu saling silang.

!



 

Musuhnya merupakan ogre.

Musuh itu seperti makhluk yang muncul di buku cerita anak-anak, mereka adalah dua pria dengan tanduk yang tumbuh di kepala mereka.

Musuhnya merupakan seorang pria raksasa, dan yang satunya merupakan pria muda yang sangat cantik yang dibawa oleh tangan raksasa itu.

Cara mereka bergerak tak salah lagi menunjukkan bahwa mereka adalah shinobi, atau mungkin samurai, namun di saat itu juga, Sasuke teringat satu hal.

Kaguya!

Klan Ootsuki. Mereka memiliki tanduk. Kau bisa mengatakan bahwa itulah perbedaan terbesar mereka dengan keturunan manusia mereka yang lainnya.

Dua pria dengan tanduk yang tumbuh di dahi mereka ada disini, di istana Kaguya. Yang bisa berarti satu hal.

“Kau bukan Kaguya, kan?” Sang pria muda meninggikan suaranya dengan sikap seolah meminta Sasuke untuk mengenali dirinya sendiri. Dia telah menyerangnya, jadi pria muda itu mungkin mengkonfirmasi.

Sasuke menghentakkan kakinya ke tanah dan melompat.

Tampaknya lawannya juga merasa terganggu dengan pertemuan mereka.

Aku tidak tahu teknik mistis apa yang mereka bisa gunakan, tapi…

Jika ia panik, tekniknya akan jadi tak berguna.

Kaguya sudah mati. Di dunia ini, tak ada yang namanya keabadian.

Aku hanya perlu membidik kepala mereka!

Tanpa ragu, Sasuke melompat dengan maksud menyerang bagian belakang leher raksasa itu.

“!”

Sasuke tak mengira pria itu akan bergerak lebih lambat darinya.

Itu karena Sasuke sangat cepat.

Saat Sasuke akan bergerak, otot-otot mereka sedikit menegang mempersiapkan gerakan. Mata Sasuke tak pernah berpaling dari “sumber” gerakan yang mungkin akan dilakukan mereka itu. Itulah mengapa adalah hal yang mungkin baginya untuk bergerak sebelum lawannya bergerak.

Pedang petir menyayat di kegelapan.

Seranganku terlalu dangkal!

Tanduk raksasa itu terhempas memutar di udara.

Namun, itu bukanlah luka fatal. Raksasa itu terpental ke belakang, kemudian mengeluarkan kampak besar untuk serangan balasan.

Mereka ada di posisi yang memiliki keuntungan.

Sambil menunjukkan bahwa dirinya dapat melompat ke belakang untuk menghindari serangan itu, Sasuke melompat ke atas. Kampak besar itu meluncur di bawahnya, menghasilkan retakan besar pada lantai.

Itu adalah kekuatan yang mengerikan.

Itu tak mungkin berasal dari kekuatan otot yang sederhana, kemungkinan raksasa itu memperkuat otot-ototnya dengan sejenis jutsu.

Pertarungan fisik adalah ide yang buruk.

Ia telah berhasil mengumpulkan informasi.

Sasuke sama sekali tak berpikir bahwa adalah hal yang dilakukan pengecut untuk berpaling dan berlari kesini.

Bagi shinobi, menjalankan misimu adalah hal yang lebih penting daripada apapun.

Saat ini, misi Sasuke adalah untuk mendapatkan informasi mengenai Kaguya sampai akhir. Ia juga telah mendapatkan gulungannya.

Ia juga mengerti bahwa orang-orang bergaris keturunan Ootsuki telah mulai bergerak. Dengan begitu, ia tak memiliki alasan untuk tinggal disini lebih lama lagi. Jika ia berakhir terbunuh, ia tak akan bisa memberikan informasi itu pada Naruto dan yang lainnya.

Dan karena itu, Sasuke berlari.

Lari Sasuke begitu cepat hingga shinobi biasa tak akan mampu mengimbanginya.

Namun, kedua raksasa itu mampu mengejarnya.

Seperti yang diperkirakan, mereka bukanlah makhluk biasa.

Istana itu juga mulai runtuh setelah serangan terakhir tadi.

Namun kaki Sasuke tak sama sekali tertatih. Langkah Sasuke tak sedikitpun menunjukkan keraguan dalam kegelapan.


Sasuke keluar dari istana itu.

Patung yang berada di luar menunjukkan cerita bagaimana dahulu tempat ini merupakan tempat yang makmur.

Sasuke terus berlari.

Berlari merupakan tugasnya sebagai seorang ninja.

“Kau tidak bisa melarikan diri!” Raksasa itu berteriak, memperkecil jarak di anata mereka.

Sebilah kampak perang melayang ke arah Sasuke.

Chop!

Namun, yang dipenggal kampak raksasa itu bukanlah leher Sasuke.

Yang terpenggal adalah lengan dari patung batu yang, sesaat lalu, tak ada disana.

“Patung?!” Sang Ootsuki berseru, “Dia bertukar tempat!”

Sang raksasa, begitu juga si pria muda yang berlari di belakang, keduanya menampakkan keterkejutan di wajah mereka.

“Itu rinnegan, kan?” Ucap sang pria muda, dan bibirnya yang indah melengkungkan senyum yang merah semerah darah.

*

Kedamaian yang abadi itu tak pernah ada.

Hal ini memiliki kebenaran yang sama besarnya dengan fakta bahwa tak pernah ada perang yang abadi.

Namun, itu tak berarti bahwa pertempuran demi perdamaian merupakan hal yang tak berguna.

Malah, sebaliknya.

Pertempuran itu tidaklah tak berguna, karena tak peduli bagaimana keadaannya, orang-orang selalu bersiap akan perang saat mereka berada dalam kedamaian, dan berdoa agar perang segera berakhir saat mereka berada dalam perang.

Karena manusia, shinobi, pada akhirnya mereka memiliki sedikit kesadaran dalam dirinya.

Kesadaran berupa, contohnya, mengetahui bahwa kau tak dapat melarikan diri dari karma atas pertempuranmu yang sebelumnya…

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar